Izin ke DPR, Menteri ESDM Minta Kuota Pertalite dan Solar Subsidi Ditambah

Antara, Jurnalis
Rabu 13 April 2022 14:08 WIB
Ilustrasi BBM. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah mengajukan usulan untuk penambahan kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar kepada DPR.

Di mana ini sebagai bentuk upaya strategi jangka pendek dalam menghadapi kenaikan minyak mentah dunia. Apalagi kini situasi politik global yang tak menentu.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang menyebut penambahan volume kuota Pertalite dan Solar itu bagian dari memperhatikan pemulihan ekonomi dan melebarnya disparitas harga antara BBM subsidi dengan nonsubsidi.

"Situasi politik global telah menyebabkan harga minyak mengalami kenaikan di mana rata rata ICP Maret 2022 mencapai USD98,4 per barel. Angka ICP ini jauh di atas asumsi APBN yang hanya USD63 per barel," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

BACA JUGA:Harga Pertalite hingga LPG 3 Kg Akan Naik, Dampaknya Terasa ke Masyarakat Bawah 

Dia menyebut pemerintah berencana menambah kuota Pertalite sebanyak 5,45 juta kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter karena kelebihan kuota realisasi penyaluran sebesar 14 persen pada periode Januari sampai Maret 2022.

Adapun untuk penambahan kuota solar subsidi diusulkan sebesar 2,28 juta kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter.

Serta pemerintah menambah kuota solar subsidi karena BBM jenis ini juga mengalami kelebihan kuota realisasi penyaluran sebanyak 9,49 persen periode Januari sampai Maret 2022 akibat peningkatan aktivitas pertambangan dan perkebunan.

Diketahui, volume kuota Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter dengan angka realisasi 6,48 juta kiloliter sampai dengan 2 April 2022, sehingga menyisakan 16,57 juta kiloliter. Sedangkan volume kuota solar subsidi sebanyak 15,10 juta kiloliter dengan realisasi penyaluran mencapai 4,08 juta kiloliter dan menyisakan 11,02 juta kiloliter pada APBN 2022.

 BACA JUGA:Video Beli Pertalite dan Solar Kini Dibatasi Maksimal 40 Liter

Terakhir, dia memastikan akan menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi BBM terutama saat periode Ramadan dan Idul Fitri.

"Kami lakukan pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM serta memaksimalkan fungsi digitalisasi SPBU," tegasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya