Kemampuannya diakui dunia
Selama bertahun-tahun memimpin Bank Sentral Rusia, perempuan pecinta opera itu mendapat pengakuan atas kemampuan manajemennya oleh organisasi-organisasi internasional, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), pengusaha, investor Wall Street, bankir dan para ahli strategi pemerintah. Mereka melihatnya sebagai seorang profesional yang paham benar atas kondisi di lapangan.
Salah satu pujian terhadapnya adalah selama 2013 hingga 2017, dia berani mencabut lebih dari 300 lisensi perbankan dari entitas yang dianggap sangat lemah atau dijalankan dengan tidak layak, padahal mereka mewakili sepertiga dari lembaga kredit di Rusia.
Dia juga dianggap berhasil menangani inflasi secara baik yang memungkinkannya untuk menetapkan suku bunga pada titik terendah dalam sejarah, sebesar hampir 2% pada tahun 2018.
Kebijakan Nabiullina juga membuat rubel bergerak bebas pada tahun 2014, alih-alih mengendalikan nilai tukarnya.
Pada 2015, majalah Euromoney menobatkan ekonom berusia 58 tahun itu sebagai pejabat bank sentral terbaik di dunia. Adapun The Banker menyebutnya sebagai bankir Eropa terbaik pada 2017.
Di bawah arahannya, Bank Sentral Rusia berhasil mengumpulkan salah satu cadangan devisa terbesar dalam sejarah Rusia, cukup menjadi semacam perisai pelindung saat negara itu menghadapi gejolak.
Direktur Prakiraan Global Economist Intelligence Unit, Agathe Demarais mengatakan, Nabiullina telah memimpin Bank Sentral dalam beberapa periode paling sulit bagi ekonomi Rusia, ketika Moskow mencaplok Krimea pada tahun 2014 dan ketika Kremlin menginvasi Ukraina pada Februari tahun ini.
Dalam kedua kasus tersebut, ia menjelaskan, Nabiullina berhasil menghindari jatuhnya rubel dan dengan demikian mencegah kenaikan tajam inflasi yang akan mempengaruhi daya beli rumah tangga di Rusia.
"Dia juga menaikkan suku bunga ketika merasa perlu, bahkan jika ini terpaksa membebani pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Melihat bagaimana sejarah negara itu dalam beberapa dekade terakhir, Sergei Guriev, profesor ekonomi di Sciences Po University di Paris, berpendapat bahwa Nabiullina juga bertanggung jawab dalam membuat kerangka kebijakan moneter baru di Rusia.
"Dia membuat negara itu bergerak menuju kebijakan modern atas target inflasi dengan nilai tukar yang fleksibel," ujarnya,