Guriev, mantan penasihat Kremlin yang beraliran liberal dan secara mendadak meninggalkan Rusia pada 2013, telah mengenal Nabiullina selama 15 tahun.
"Dia mendapat kepercayaan dari Putin," katanya. Tapi, dia juga memperingatkan Nabiullina akan risiko-risiko yang dihadapi.
Di antara langkah-langkah yang diterapkan oleh kepala bank sentral Rusia itu, para ahli menyoroti bahwa dia telah berani bertindak keras dengan menutup lembaga-lembaga perbankan yang reputasinya meragukan.
"Nabiullina telah menutup banyak organisasi keuangan kriminal. Itu adalah kampanye yang dianggap berani di dalam dan di luar Rusia mengingat pendahulunya kehilangan nyawa saat menghadapi beberapa bankir yang tak tersentuh," ujarnya.
Saat ini, Nabiullina bersama tim ekonomi Rusia memikul tanggung jawab besar untuk mencegah ekonomi nasional hancur di tengah perang di Ukraina.
Sejak Barat menerapkan sejumlah sanksi, Nabiullina telah memberikan mata uang lokal, rubel, napas buatan, dengan menerapkan pengendalian harga dan serangkaian tindakan lain yang tidak biasanya dilakukan.
Sanksi Barat terhadap Rusia mencakup pembekuan hampir setengah dari USD640.000 juta emas dan cadangan mata uang yang dikendalikan oleh Bank Sentral Rusia, bersama dengan serangkaian sanksi yang mendorong ekonomi negara itu menuju kemungkinan gagal bayar atau tidak bisa membayar utang.
Kini Nabiullina harus menghadapi ekonomi Rusia yang semakin terisolasi dan haus akan investasi karena perusahaan-perusahaan asing terus meninggalkan pasar negara tersebut.
Dia tidak hanya berurusan dengan kesulitan ekonomi negaranya. Pada 19 April, Nabiullina masuk dalam daftar sanksi oleh Kanada bersama dengan 13 "individu lain yang dekat dengan rezim Rusia" terkait dengan perang di Ukraina.
Amerika Serikat belum memasukkannya ke dalam "daftar hitam", tetapi AS sudah menjatuhkan sanksi kepada Ksenia Yudaeva, wakil presiden pertama Bank Sentral Rusia dan salah satu rekan terdekat Nabiullina.
(Feby Novalius)