JAKARTA – Ada lima negara dan organisasi yang paling suka berikan utang ke RI.
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat naik pada Februari 2022.
Posisi ULN Indonesia pada Februari 2022 yakni sebesar USD416,3 miliar atau setara Rp5.953,09 triliun (kurs Rp14.300 per USD).
Angka tersebut naik jika dibandingkan Januari 2022 yang mencapai USD413,6 miliar. Namun, utang ini turun 1,5% jika dibandingkan Februari 2021.
BACA JUGA:Apakah Indonesia Pernah Memberikan Utang ke Negara Lain? Ini Jawabannya
Dari ULN Indonesia USD416,3 miliar, terdapat 20 negara pemberi utang ke Indonesia.
Berikut lima negara dan organisasi pemberi utang terbesar ke Indonesia per Februari 2022 seperti dikutip data BI, Jumat (6/5/2022).
Negara:
1. Singapura: USD61.727 juta atau setara Rp882 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
2. Amerika Serikat (AS): USD31.839 juta atau setara Rp455 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
3. Jepang: USD26.502 juta atau setara Rp378 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
4. China: USD20.785 juta atau setara Rp297 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
5. Hong Kong: USD16.788 juta atau setara Rp240 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
Organisasi:
1. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD): USD19.320 juta atau setara Rp276 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
BACA JUGA:Fakta Utang RI Naik Lagi! Begini Cara Sri Mulyani Lunasi Rp7.052,5 Triliun
2. Asian Development Bank (ADB): USD11.427 juta atau setara Rp163 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
3. International Monetery Fund (IMF): USD8.973 juta atau setara Rp128 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
4. Islamic Development Bank (IDB): USD1.376 juta atau setara Rp19 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
5. International Development Association (IDA): USD634 ribu atau setara Rp9 miliar. (kurs Rp14.300 per USD)
(Zuhirna Wulan Dilla)