"Misalnya ada lampu, nanti kita ambil. Kita lihat ini produksi dari mana, kalau produksi dalam negeri oke lanjut, tapi kalau produksi luar negeri atau merek yang pabriknya belum ada dalam negeri bakal diperintahkan untuk mengganti," sambungnya.
Sebab menurutnya pemanfaatan produksi dalam negeri itu mendukung untuk penciptaan lapangan kerja.
BACA JUGA:Permudah Akses Tamu, PUPR Bangun Terminal VVIP Bandara Bali untuk KTT G20
Sehingga pada akhirnya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian.
"Iya sudah ada (yang diganti) misalnya kemarin ada lampu, AC, itu di cek betul, misal bukan produk dalam negeri, kita akan minta ganti dengan produk dalam negeri atau merek asing tapi pabriknya di dalam negeri," tegasnya.
"Ke depan harus (seperti itu)," tambahnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)