Presiden Jokowi-PM Anthony Albanese Bahas Perluasan Ekspor RI ke Australia

Raka Dwi Novianto, Jurnalis
Senin 06 Juni 2022 14:33 WIB
Presiden Jokowi dan PM Australia bahas perluasan akses ekspor (Foto: Setkab)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin 6 Juni 2022. Dalam kunjungan tersebut kedua pimpinan negara tersebut membahas kerja sama ekonomi salah satunya mengenai perluasan ekspor mobil CBU (completely built up).

"Beberapa hal yang saya sampaikan, pertama, saya menyampaikan pentingnya perluasan akses ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia, misalnya otomotif. Ekspor perdana mobil CBU (completely built up) buatan Indonesia ke Australia telah dimulai di bulan Februari yang lalu dan saya mengharapkan akses ekspor seperti ini akan terus terbuka," ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/6/2022).

Jokowi juga mengharapkan implementasi Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA), terutama terkait kesempatan WNI (Warga Negara Indonesia) untuk bekerja di Australia dapat ditingkatkan, termasuk penambahan kuota Working Holiday Visa menjadi lima ribu peserta per tahun.

"Yang ketiga, saya menyambut baik kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Pembukaan kampus Monash University di BSD diharapkan meningkatkan investasi Australia bagi pengembangan SDM (sumber daya manusia) berketerampilan tinggi di Indonesia. Saya juga mengapresiasi investasi Aspen Medical untuk membangun 23 rumah sakit dan 650 klinik di Provinsi Jawa Barat, senilai USD 1 miliar selama 20 tahun," jelasnya.

Terkait ketahanan pangan, kata Jokowi, dirinya bersama PM Albanese membahas upaya menjaga keberlanjutan rantai pasok pangan, termasuk gandum, di tengah situasi dunia yang sangat sulit ini.

"Kerja sama peningkatan kapasitas di bidang food processing, food innovation, dan rantai pasok, penting untuk diperkuat. Saya juga menekankan pentingnya MoU (Memorandum of Understanding) pertanian antara kedua negara segera diimplementasikan," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya