Kata Ibrahim, meskipun tingkat suku bunga di AS naik, tetapi hal ini tidak berpengaruh terhadap volatilitas rupiah.
Sebab, Indonesia telah memiliki eksposur terhadap banyak komoditas, dan harga komoditas yang tinggi pun tersedia di Indonesia.
"Kendati Indonesia juga pernah mengalami beberapa masalah krisis pangan global, tetapi di saat yang bersamaan, diimbangi juga dengan ekspor gas dan minyak," tambah Ibrahim.
Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan Rabu (8/6/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.440 - Rp14.490
(Zuhirna Wulan Dilla)