5 Aksi Demo Terbesar di Dunia, Terbaru Kejadian 2 Tahun Lalu

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Kamis 30 Juni 2022 12:08 WIB
Ilustrasi demo. (Foto: Okezone)
Share :

2. George Floyd dan Black Lives Matter (2020)

Di tengah pandemi virus corona, pembunuhan satu orang memicu protes massal yang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.

Pembunuhan George Floyd di Minneapolis pada 25 Mei 2020, menyebabkan gelombang kemarahan yang segera diikuti demonstrasi massal yang melibatkan jutaan orang.

Protes bermula dari George Floyd meninggal setelah petugas polisi Derek Chauvin berlutut di lehernya selama lebih dari sembilan menit selama penangkapan.

Dari sebuah video diketahui ia memohon bantuan dan mengatakan ia tidak bisa bernapas menjadi viral.

Dalam 48 jam setelah kematiannya, ribuan pengunjuk rasa berada di jalan-jalan kota-kota Amerika, berbaring di lantai dan meneriakkan

Seminggu kemudian, protes telah dilakukan di 75 kota besar dan kecil di Amerika Serikat.

Kekerasan pecah di beberapa tempat dan lebih dari 4.000 orang telah ditangkap). Presiden AS Donald Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan intervensi militer.

Protes sebagian dikoordinasikan oleh gerakan Black Lives Matter.

Mereka juga menjadi global, dengan isu ras dan rasisme yang lebih luas memicu demonstrasi di kota-kota di seluruh dunia.

Demonstrasi terus berlanjut hingga Juni 2020 meskipun jumlahnya mulai berkurang.

3. Maret Wanita (2017)

Ketika pensiunan pengacara Teresa Shook, menyerukan Facebook untuk bertindak menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden 2016, dia memulai serangkaian peristiwa yang akan mengarah pada protes satu hari terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

"Kita harus berbaris," tulisnya di Pantsuit Nation, kelompok pribadi pendukung Hillary Clinton.

Sehari setelah pelantikan Trump, lebih dari setengah juta orang melakukan hal itu di Washington DC.

Mereka bergabung dengan jutaan lainnya di seluruh AS.

Perkiraan resmi menempatkan giliran sekitar 1,5% dari total populasi negara.

Pada hari yang sama, 21 Januari 2017, terdapat pawai saudara perempuan di seluruh dunia membawa ratusan ribu dukungan.

Protes dimulai sebagai penentangan terhadap sikap Presiden baru terhadap perempuan serta politiknya. Banyak dari para demonstran mengenakan topi pussy berwarna merah muda, mengacu pada bahasa yang digunakan oleh Donald Trump dalam rekaman percakapan tentang perempuan.

Gerakan itu berlanjut di tahun-tahun berikutnya meskipun jumlah pengunjuk rasa tidak pernah menyamai tahun 2017.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya