JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan realisasi target investasi yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebanyak Rp1.200 triliun bakal tercapai.
Bahlil mengungkapkan memang berat untuk merealisasikan target tersebut hingga kuartal IV 2022, sebab beberapa sentimen global juga membayangi inflasi di dalam negeri.
"Kalau ditanya bagaimana investasi dalam target Rp1.200 triliun, oleh tim saya yang dipimpin Pak Imam, sampe dengan sekarang Insya Allah masih on the track. Rp1.200 triliun masih oke," ujar Bahlil dalam Media Gathering di Surakarta, Rabu (6/7/2022).
BACA JUGA:2.343 Izin Pertambangan Segera Dicabut, BKPM: Kami Tidak Tebang Pilih
Bahlil menjelaskan untuk merealisasikan target Investasi tersebut pihaknya bakal terlebih dahulu mengeksekusinya.
"Jadi disamping kita mencari investasi dari luar, kita mem-push yg sudah ada di dalam. Dari target itu problemnya ada beberapa, salah satu diantaranya adalah persoalan perizinan, lahan, financial closing di bank," ungkapnya.
Bahlil menjelaskan Investasi merupakan sebagai instrumen penciptaan lapangan pekerjaan.
Sebab ketika masyarakat telah mempunyai pekerjaan, maka daya beli masyarakat ditengah adanya krisis saat ini bisa tertolong.
"Angkatan kerja kita per tahun 2,9 juta, eksisting 7 juta, pengangguran akibat PHK karena Covid-19 6 juta. Berarti siapa yang menciptakan lapangan kerja, pasti dari dunia usaha, dan instrumennya investasi," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)