"Lagi pula, dulu tidak bisa ngutang. Semuanya mesti dengan cash. Kalau tidak punya uang cash, you tidak bakal dapat barang," katanya.
Sosok Hari Darmawan
Pria keturunan tionghoa kelahiran Ujungpandang, 27 Mei 1940 ini memiliki bakat berbisnis yang menuntunnya.
Pendiri Matahari Department Store ini awalnya meminjam uang dengan bunga 20 persen, lalu membeli barang yang biasanya naik 30 persen. Begitu seterusnya sehingga secara pasti ia memperoleh kapital yang lumayan besar.
Mulanya ketika Hari berbisnis pakaian yang dirintis sejak usianya masih 18 tahun setelah lulus SMA. Ketika itu, ia menikahi seorang perempuan yang memiliki toko kecil serba ada di Pasar Baru dan mendapat tanggung jawab untuk mengelolanya. Seteleha dipersunting, istrinya menjahit baju di toko tersebut, ia berjualan pakaian. Sedikit demi sedikit, Hari behasil mengembangkan toko tersebut hingga bisa berekspansi pada tahun 1968.
Prinsip bisnisnya sangat sederhana. Pokoknya, asal untung sedikit dan bekerja efisien, ia jalan. Ia rela menggali laba sedikit, tetapi secara keseluruhan meraih akumulasi profit yang lumayan. Ia disiplin menggunakan dana. Laba sepuluh perak, dibelanjakan seperak.
Bisnis Hari Darmawan mulai naik daun ketika program Orde Baru mulai bergulir. Pada tahun 1972, ia membuka toko Matahari, setelah membeli toko De Zon yang sedang mengalami krisis keuangan. Hari berinisiatif memutuskan untuk membeli toko tersebut dan mengubah namanya. De Zon ternyata berarti The Sun, tanpa perlu repot memikirkan namanya, Hari memilih menggunakan nama Bahasa Indonesia dari toko tersebut. Terciptalah Matahari Department Store yang gerai pertamanya dibuka pada tahun 1956.
Itulah yang kemudian menjadi cikal bakal pertumbuhan pesat Matahari. Dari sini, Hari dengan Toko Matahari-nya, terus melebarkan sayap bisnisnya sehingga meraksasa seperti sekarang. Kepak sayap bisnis Matahari, merengkuh hampir seluruh penjuru Tanah Air.