Kisah Matahari Department Store dulu Bersinar, Kini Menutup 13 Gerainya

Rizky Fauzan, Jurnalis
Kamis 14 Juli 2022 19:59 WIB
Matahari Departement Store (Foto: Okezone)
Share :

Akhir tahun 1996, jumlah itu akan melonjak menjadi 85 toko. Total aset grup usaha retail terbesar di Indonesia tersebut kini mencapai Rp 1,025 trilyun

Asal usul nama Matahari

Ketika Bulan Ramadan datang yang ditunggu-tunggu ialah untuk menuju kemenangan yaitu, ketika hari raya Idul Fitri atau Lebaran tiba. Biasanya, untuk menyambutnya banyak orang yang berbelanja sehingga department store yang biasanya biasa-biasa saja akan tampak lebih ramai ketika sedang di bulan-bulan ini.

Merek toko ritel pakaian Matahari sudah sangat terkenal dan merambah hampir di seluruh Indonesia. Orang-orang akan berbelanja pakaian dan kebutuhan lain baik untuk diri sendiri, keluarga, atau sanak saudara.

Mengenai asal nama Matahari, Hari memberikan penjelasannya. Hari membeberkan ketika ditanya mengapa ia memilih merek matahari, bukan bulan, bintang, atau pelangi.

"Saya juga heran. Tapi, sebenarnya pikiran saya waktu itu sederhana saja. Toko yang dulu saya ambil alih, bernama De Zon. Itu artinya matahari. Saya cuma ubah bahasanya saja," kata Hari.

Tentang logo Matahari yang berwarna hijau dan merah, menurut Hari, menyangkut filosofi hidup.

Warna hijau adalah tanda kekayaan dalam makna rasa bangga dan rasa senang dalam hati. Hatinya tak pernah lekang, dan lapuk. Selalu kaya dalam pengalaman. Sedang warna satunya, yang berwarna merah, melambangkan semangat juang yang menyala-nyala.

Selama pandemi Covid-19 ini mungkin sudah sering mendengar adanya toko-toko yang terpaksa menutup gerai mereka karena terus mengalami penurunan penjualan. Ternyata hal tersebut bukan hanya dialami oleh toko-toko kecil saja tapi raksasa ritel sekelas Matahari juga termasuk yang sulit untuk bertahan.

Dirangkum dari berbagai sumber, pada tahun 2021 PT Matahari Department Store terpaksa menutup 13 gerainya dari total 147 gerai yang berada di beberapa wilayah di Indonesia.

Penjualan mereka anjlok sampai 52,3%. Penjualan kotor tahun 2020 hanya mencapai Rp8,59 triliun padahal di tahun 2019 mencapai Rp18,03 triliun sehingga kerugian perusahaan mencapai Rp823 miliar. Mereka juga terus memantau beberapa gerai untuk selanjutnya digunakan untuk mengambil keputusan terbaik.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya