Selain itu, beban penjualan dan pemasaran juga naik sebesar 23,98 persen menjadi Rp 118,43 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 95,50 miliar, beban dan administrasi pun tercatat naik dari 188,53 miliar menjadi Rp 228,15 miliar dan beban lainnya naik 34,54 persen menjadi Rp 11,81 miliar dari 8,77 miliar.
Hingga akhir Juni 2022, total nilai aset TPAG sebesar Rp 13,91 triliun, tumbuh 11,78 persen dari sebelumnya Rp 12,44 triliun. Adapun, liabilitas perseroan naik 2,57 persen menjadi Rp 4,77 triliun dari 4,55 triliun, ekuitas perseroan pun naik sebesar 17,28 persen dari Rp 7,79 triliun menjadi Rp 9,14 triliun.
Untuk meningkatkan kinerja di tahun ini, perseroan melakukan beberapa strategi di antaranya dengan membangun satu unit pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur yang memiliki kapasitas 30 TPH. Perseroan juga tengah membangun satu pabrik minyak inti kelapa sawiit atau palm kernel oil (PKO) dengan biogas yang berlokasi di Kalimantan Tengah.
(Taufik Fajar)