Nilai ini meningkat sebesar 90,2% dari nilai tahun 2020 sebesar USD11,2 miliar.
"Pada Periode Januari-Mei 2022, nilai ekspor besi dan baja Indonesia ke dunia sudah mencapai USD12,5 milyar, yang berarti nilai ini lebih tinggi 80,2% dari nilai di periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD6,9 miliar," paparnya.
Dia menyebut, pertumbuhan yang sangat signifikan ini merupakan bukti keberhasilan kebijakan hilirasasi industri baja yang ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk diketahui, New Zealand saat ini memang belum tercatat sebagai negara tujuan utama ekspor besi dan baja Indonesia, namun Gunung Raja Paksi dapat menembus pasar potensial tersebut.
Adapun produk baja Gunung Raja Paksi telah digunakan di beberapa proyek bergengsi diantaranya perluasan Los Angeles Airport (Lax), Sydney Indoor Stadium, dan konstruksi pabrik Lucid Motors yang merupakan produsen kendaraan mewah berbahan bakar listrik di Amerika Serikat, dan beberapa proyek di New Zealand, diantaranya Metro Stadium Christchurch, University of Auckland Building 507, dan Waimakiri Bridge.
"Ini merupakan bukti pengakuan bahwa kualitas baja produksi Indonesia yang world class dan diterima dengan baik. Mohon capaian ini dijaga dan ditingkatkan," tutupnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)