JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) dalam radar pantauan akibat adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).
Diketahui, emiten pengembang dan pengelola di bidang properti seperti hotel, villa, dan resor ini menunjukkan gerak saham yang naik-turun secara signifikan, naik 1,82% sejak 5 hari perdagangan terakhir. Kemudian, saham NATO ditutup menguat 0,90% pada perdagangan Jumat (29/7/2022) di level 560.
"Dengan ini kami menginformasikan adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada saham NATO yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan P.H Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Martin Satria D. Bako, dikutip Senin (1/8/2022).
BACA JUGA:BEI Cabut Suspensi Saham Pratama Abadi Nusa Industri (PANI)
Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dibidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai NATO adalah informasi tanggal 27 Juli 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan hasil public expose – tahunan.