JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 97 poin di level Rp 14.668 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, salah satu faktor ekternal pemicu mata uang garuda ini menguat karena Dolar sedikit lebih rendah pada hari ini, menyusul kerugian 1% pada hari sebelumnya ketika data menunjukkan inflasi AS tidak sepanas yang diantisipasi pada bulan Juli.
"Itu mendorong para pedagang untuk memutar kembali ekspektasi kenaikan suku bunga di masa depan oleh Federal Reserve," terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Jumat (12/8/2022).
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,44% Jadi Penguat Rupiah ke Rp14.894/USD
Sementara dari sisi internal, kata dia dipicu oleh defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperkirakan dapat mencapai tingkat lebih rendah sekitar 3,8% dari proyeksi pemerintah terakhir di 3,9% dari Produk Domestic Bruto (PDB).
"Penyebabnya adalah kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia di pasar global menambah penerimaan negara secara signifikan pada tahun ini," paparnya.