"Misalnya melalui penambahan areal baru, apakah itu memanfaatkan lahan perhutani atau memanfaatkan lahan-lahan yang lain yang masih belum teroptimalisasi," ujarnya.
Menurutnya langkah tersebut terbilang masuk akal untuk bisa menutupi angka defisit kebutuhan gula konsumsi yang mencapai 850 ribu ton.
"Mudah-mudahan program-program itu bisa mengatasi masalah yang saat ini dihadapi oleh industri gula," ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)