3. Erick Thohir Optimalkan Anggaran Subsidi Energi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pemerintah tidak menghapus subsidi BBM.
Dia menyebut otoritas hanya akan mengurangi porsi anggaran subsidi energi tersebut.
Pernyataan tersebut usai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas dana kompensasi dan subsidi energi 2023 menjadi Rp336,7 triliun.
Sebelumnya anggaran kompensasi dan subsidi energi mencapai Rp502,4 triliun.
Erick pun membeberkan strategi untuk memaksimalkan distribusi BBM bersubsidi.
Di mana pertama, konsolidasi data subsidi agar tepat sasaran melalui aplikasi MyPertamina.
"Nah, kalau memang ini bisa tepat sasaran saya setuju bagaimana jangan sampai subsidi ini sampai salah sasaran kepada orang yang mampu, tetapi orang yang membutuhkan," jelasnya.
Kedua, Kementerian BUMN terus mendorong PT Pertamina (Persero) bisa menekan substitusi impor BBM.
Pada kesempatan yang sama perseroan harus memproduksi BBM atau energi jenis baru.
"Karena itu kita dorong tadi, yang sudah disampaikan bagaimana, yang namanya program daripada sawit yang untuk B40 atau pun buat biofuel, dan juga kita sedang mendorong sekarang PTPN kalau bisa ditingkatkan nanti untuk gula sebagian tetapi sebagian untuk Etanol," ucapnya.
4. Bebani APBN 2023
Sri Mulyani pun menambahkan kalau subsidi energi melebihi anggaran maka membebani APBN 2023.
"Makanya kalau melebihi itu memang diperlukan keputusan untuk tahun ini atau tahun depan. Kalau tahun depan kan berarti membebani APBN 2023," jelasnya.