JAKARTA - Perusahaan bus turut menaikkan harga tiketnya setelah pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, Satu (3/9/2022).
Tidak sedikit perusahaan yang pagi hari belum menaikkan tarif, namun sorenya langsung memberlakukan tarif yang berbeda.
Di mana ini juga dipengaruhi oleh harga Solar yang naik dari Rp5.150 menjadi Rp6.800.
Fenomena perusahaan bus yang langsung menaikkan harga tiketnya bukan mengambil kesempatan.
BACA JUGA:Hore! BLT BBM Rp600.000 Cair hingga Desember 2022
"Harga ban yang saya beli sudah Rp5,1 juta. Tanya supplier barang tidak ada, kalo pun ada harganya ya segitu. Kalau tidak ada ban, bus saya gak jalan," ujar PO NPM bernama Angga Virchansa Chairul, Minggu (4/9/22).
Angga mengungkapkan, dibutuhkan sebanyak tujuh ban jika dihitung kebutuhan satu bus berserta ban cadangannya yang artinya dengan harga Rp5,1 juta paling sedikit diperlukan Rp35,7 juta.
Salah satu Ketua DPP Organda ini menyatakan, tentu komponen ban ini tak bisa diabaikan karena menyangkut keselamatan.
"Bus saya satu kali keluar garasi Padang Panjang ke Jabodetabek atau Bandung hingga kembali lagi butuh waktu 48 jam dikalikan dua. Terbayang dong penggunaan bannya? Sekarang dengan kenaikan ini lengkaplah. Ban dan BBM sangat vital dalam operasional bus," katanya.