Di beberapa negara, dengan ron BBM yang lebih baik dibandingkan Pertalite dan Solar bersubsidi, bisa menjual lebih murah.
Dia menilai, biang keladi semua ini adalah monopoli pengelolaan BBM yang tidak transparan.
Sehingga ada perusahaan yang menjual harga lebih murah, didesak untuk menaikkan harganya.
“Karena itulah, mengapa kemudian partai buruh besama klas pekerja menggelar aksi besar-besaran puluhan ribu buruh pada tangga 4 Oktober,” jelasnya.
Selain menolak kenaikan harga BBM, nanti juga mereka akan menyuarakan penolakan omnibus law.
Karena ini adalah biang keladi penurunan terhadap daya beli dan perlindungan terhdap kelas pekerja.
Di mana omnibus law menyebabkan tidak naik upah selama 3 tahun berturut-turut.
“Dengan inflasi 15% lebih, tahun depan upah sudah dinyatakan tidak naik kembali. Berarti sudah tahun keempat tidak naik upah. Inilah Menteri Tenaga Kerja terpuruk. Tidak mengerti persoalan dan melindungi pengusaha hitam,” bebernya,
Inflansi pada tingkat 7%. Perkiraan pertumbuhan ekonomi 4,5 – 5%.
Jika aksi 4 Oktober tidak digubris, maka bisa dipastikan pada akhir November atau awal Desember 2022, Partai Buruh bersama dengan 60 federasi tingkat nasional akan menggelar mogok nasional stop produksi diikuti 5 juta buruh, petani, pengemudi, dan klas pekerja lainnya.
Ditambahkan, sebelum aksi 4 Oktober akan dilakukan, akan digelar aksi bergelombang sampai dengan tanggal 30 September.