JAKARTA – Fakta kelanjutan proyek MRT fase 2 yang ditemukan artefak kolonial Belanda akan diulas dalam artikel ini.
Proyek MRT fase 2 masih berlanjut hingga saat ini. Dalam pengerjaan MRT rute Glodok-Kota ditemukan artefak peninggalan zaman kolonial. Pada peninggalan tersebut ditemukan pecahan keramik, botol, dan bata zaman kolonial.
Dirangkum Okezone, Sabtu (24/9/2022), berikut fakta kelanjutan proyek MRT:
1. Proyek MRT Fase 2
Pengerjaan di MRT CP203, sudah mencapai 16,13%. Kemudian CP205 Bundaran HI-Kota.
Baca Juga: Mengintip Gaji dan Tunjangan di MRT Jakarta, Berapa Ya?
2. Target Penyelesaian Proyek MRT Fase 2
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan dan operasional MRT Fase 2A segmen 1 Bundaran Hotel Indonesia-Harmoni selesai 2025. Sedangkan untuk Fase 2 segmen 2 Harmoni-Kota pada 2028.
"Untuk segmen satu, kami masih menargetkan penyelesaian pembangunan dan operasinya di tahun 2025. Sedangkan untuk yang sampai ke Kota itu sampai di tahun 2028," kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Silvia Halim dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Intip Biaya Pembangunan MRT Jakarta Fase 1, Jangan Kaget Ya
3. Ditemukan Artefak Peninggalan Zaman Kolonial Belanda
Pantauan MNC Portal Indonesia di proyek MRT CP203 (Glodok-Kota), Selasa (20/9/2022), terlihat saluran air atau terakota peninggalan Belanda berupa pipa dilapisi batu bata tebal.
Arkeolog senior Prof. Junus Satrio Atmodjo mengatakan bahwa saluran air atau terakota yang dibangun kurang lebih abad ke-18 atau zaman Hindia Belanda di lokasi Proyek MRT CP203 Glodok-Kota memiliki panjang mencapai 400 meter.