Darmi Bersaudara (KAYU) Buka Pasar Ekspor ke Korsel

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Jum'at 07 Oktober 2022 13:36 WIB
KAYU ekspor ke pasar korsel (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTAPT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) membuka pasar ekspor ke Korea Selatan (Korsel). Ekspor ke pasar baru ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan penjualan.

“Di bulan September 2022 ini, perseroan menurunkan tim untuk mendampingi tim teknis kontrol kualitas dari pihak pembeli untuk memastikan produk ekspor dari workshop kami telah memenuhi standar yang diminta oleh pasar di Korea Selatan,” kata Direktur Darmi Bersaudara Nanang Sumartono Hadiwidjojo.

Emiten produsen kayu ini menjelaskan persiapan pengapalan ke Korea terus berjalan dan masih terus berkomunikasi dengan pembeli terkait teknis pelaksanaan. Per September 2022, KAYU telah mengekspor 110 kontainer sebanyak 209.336 pcs di tengah harga freight dan kontainer yang masih terus berkontraksi.

Terkait ketersediaan bahan baku ekspor ke wilayah-wilayah rintisan, KAYU berkoordinasi dengan pemasok baru sampai 2026, salah satunya menandatangani perjanjian kerja sama bilateral dengan perusahaan pemilik konsesi lahan di Indonesia timur. Lebih lanjut, KAYU juga tengah memproses sertifikasi kelayakan asal kayu untuk memenuhi kepatuhan tata kelola niaga kayu internasional, khususnya untuk ekspor ke Eropa dan Amerika Utara.

Sebagai informasi, KAYU saat ini masih mempersiapkan aksi korporasi untuk menggelar rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang rencananya akan terealisasi menjelang akhir 2022 atau awal 2023. Adapun dana hasil rights issue akan digunakan untuk menjamin ketersediaan kontainer dan pengendalian harga freight.

“Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan penggunaan dana tersebut diperluas untuk pengadaan sarana produksi, sebagai langkah awal mewujudkan rencana jangka panjang perseroan hingga 2026,” kata Nanang.

Perseroan di tahun ini mengaku optimistis kinerja akan lebih baik dibanding tahun lalu. Di mana perseroan menargetkan akan mengirimkan sebanyak 450 kontainer hingga akhir tahun.

"Darmi Bersaudara telah memulainya dengan rencana kerja cukup optimistis, sekalipun dengan keterbatasan kontainer yang ada dan harga freight yang masih cukup tinggi," ujar Nanang.

Sekadar informasi, tahun lalu bukanlah momentum yang mudah bagi KAYU. Perseroan menghadapi kendala pemasaran akibat merebaknya pandemi Covid-19 di negara tujuan ekspor, yakni Asia Selatan. Kondisi ini mengakibatkan kinerja terganggu. Pasar utama ekspor KAYU menjadi tidak mudah diakses dan mengalami perlambatan kinerja. Dapat dikatakan, perusahaan kehilangan mayoritas penjualan sehingga kinerja perseroan mengalami penurunan cukup signifikan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya