Penampakan Stasiun Cikajang, Tertinggi di Asia Tenggara Dibangun Masa Kolonial Belanda

Fani Ferdiansyah, Jurnalis
Minggu 09 Oktober 2022 13:03 WIB
Stasiun Cikajang yang Dibangun Zaman Belanda. (Foto: Okezone.com/KAI)
Share :

Selama proses pengukuran, tambahnya, ditentukan juga perkiraan biaya konstruksi dan persiapan biaya operasi yang terus berlangsung. Pengeluaran biaya pada jalur Garut-Cikajang sebesar 16715,31 gulden.

Biaya konstruksi pada 1917 sebesar 407,19 gulden dan siap untuk pemasangan rel pada awal 1918. Konstruksi jalur KA Garut ke Cikajang hingga 1919 sepanjang 32 Km dan biaya pembangunannya diperkirakan sebesar 4.000.000 gulden.

"Oleh karena biaya operasional konstruksi jalur KA Garut ke Cikajang dianggap terlalu besar dan belum bisa tertangani akibat keterbatasan dana, maka konstruksi jalur KA Garut ke Cikajang dihentikan untuk sementara waktu," ungkapnya.

Pada 1925, lanjut dia, dilakukan kembali perencanaan pembangunan jalur KA Garut ke Cikajang dengan panjang jalur sekitar 28 km. Adapun pengerjaannya dilakukan pada 1926 oleh perusahaan KA di Hindia Belanda, yaitu Staasspoorwegwn (S.S).

Konstruksi pemasangan rel pada kilometer yang baru pada jalur kereta api Garut ke Cikajang pun terus dilakukan. Prof Kunto menuturkan, pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan jalur Garut ke Cikajang selesai dibangun dan diresmikan pada 31 Juli 1930.

Pada acara peresmian tersebut dihadiri oleh para petinggi S.S. dan barulah di 1 Agustus 1930 jalur KA Garut ke Cikajang resmi dibuka untuk lalu lintas umum. Prof Kunto menjelaskan, pembangunan jalan kereta api oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada masa itu bertujuan untuk menciptakan sarana angkutan umum massal, terutama guna mengangkut hasil perkebunan dari daerah Garut Selatan, seperti di Cikajang, Cisompet, dan Pameungpeuk yang laku untuk pasaran Eropa.

"Hasil perkebunan berupa teh, kina, dan karet diangkut dari stasiun Cikajang ke Stasiun Garut," ucapnya.

Dari Stasiun Garut, lanjutnya, kemudian hasil perkebunan itu diangkut ke Stasiun Cibatu untuk dikirim ke Batavia (Jakarta). Selain mengangkut barang, kereta api pada masa itu juga digunakan untuk mengangkut orang, seperti pedagang, pekerja atau mereka yang mempunyai kepentingan tertentu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya