Cicilan Bisa Membengkak, Pengusaha Otomotif Mulai Khawatir Dampak Kenaikan Suku Bunga BI

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2022 13:53 WIB
Ilustrasi suku bunga. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu menaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps), sehingga suku bunga acuan saat ini berada diangka 4,25%.

Ketua Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) I, Jongkie Sugiharto mengatakan kenaikan suku bunga acuan itu bakal berpengaruh terhadap penjualan industri otomotif.

Hal itu karena mayoritas penjualan kendaraan di Indonesia melalui sarana kredit.

"(Bukan PPNBM DTP dihapus) yang kita khawatir jujur sebenarnya adalah meningkatnya suku bunga perbankan yang sudah menjadi 4,25% saat ini, itu yang kita khawatir," ujar Jongkie dalam Market Review IDX Channel, Senin (10/10/2022).

 BACA JUGA:Erick Thohir Dorong Bank Indonesia Pangkas Bunga KUR hingga 0%

Jongkie khawatir dengan meningkatnya beban cicilan itu akan menurunkan minat masyarakat untuk memiliki kendaraan.

Padahal menurutnya industri tersebut terbukti memberikan multiplier effect yang cukup luas.

"Dengan meningkatnya angka penjualan, ada (pendapatan negara dari) PPN 11% akan naik, belum lagi PAD (pendapatan asli daerah), PKB (pajak kendaraan bermotor) itu juga akan meningkat, sehingga daerah punya pendapat penambahan, dan industri pendukung atau kompenen juga meningkat," lanjutnya.

Jongkie menjelaskan kenaikan inflasi hingga suku bunga menjadi tantangan baru untuk industri otomotif pada tahun 2022 ini, ditambah penghapusan PPNBM DTP yang otomatis mengerek harga jual mobil.

Menurutnya, hampir 70% transaksi kendaraan di Indonesia dilakukan melalui Lembaga pembiayaan atau melalui kredit leasing.

Maka keniakan suku bunga acuan BI ini dikhawatirkan akan berdampak pada minat masyarakat memiliki kendaraan.

"Penjualan otomotif di Indonesia 60-70% dilakukan secara kredit atau melalui leasing, ini yang mengkhawatirkan kami, dengan adanya kenaikan bunga pinjaman, maka akan berdampak pada naiknya cicilan perbulan," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya