JAKARTA – PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) mengantongi fasilitas pinjaman senilai total Rp350 miliar. Emiten produsen laptop akan menggunakan pinjaman tersebut untuk mendanai ekspansi bisnis.
Pinjaman ini didapatkan ZYRX dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank BTPN Tbk (BTPN). Disebutkan rinciannya, pinjaman sebesar Rp243,7 miliar didapatkan ZYRX dari Bank Mandiri dan senilai USD7 juta atau setara Rp106,7 miliar dari BTPN.
Sekretaris Perusahaan ZYRX, Evan Jordan mengatakan, fasilitas yang didapatkan dari Bank Mandiri akan digunakan perseroan untuk keperluan modal kerja.
"Perseroan akan memperoleh fasilitas kredit dari Bank Mandiri dengan nilai total Rp243,6 miliar. Penandatanganan perjanjian kredit dan pemberian jaminan telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Sementara itu, perjanjian kredit ZYRX dengan BTPN adalah senilai USD7 juta. Kredit yang diberikan oleh BTPN ini berjenis letter of credit (LC)/SKBDN dan trust receipt. ZYRX Fasilitas kredit yang diperoleh dari BTPN ini akan digunakan perseroan untuk membeli bahan baku.
"Perseroan akan memperoleh tambahan fasilitas kredit dengan nilai maksimal sebesar USD7 juta. Tujuan dari fasilitas kredit ini adalah untuk pembelian bahan baku," jelasnya.
Adapun transaksi fasilitas kredit antara debitur dengan kreditur merupakan transaksi material yang dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha tanggal 21 April 2020. Di semester pertama 2022, Zyrexindo atau Zyrex mencatatkan penjualan Rp107,9 miliar.
Penjualan ini naik 30,56% dibandingkan dengan semester I/2021 yang Rp82,6 miliar. Perseroan menjual komputer dan laptopnya ke pihak berelasi sebesar Rp2,3 miliar, dan ke pihak ketiga sebesar Rp105,8 miliar.
ZYRX menjual komputernya kepada CV Computa sebesar Rp18,7 miliar, PT Dragon Computer & Communication Rp34,6 miliar, dan pengelola Indomaret PT Indomarco Prismatama sebesar Rp23,3 miliar. Meningkatnya penjualan perseroan juga turun menaikkan beban pokok penjualan menjadi 33,03%, menjadi Rp86,7 miliar dari Rp65,1 miliar.
Meski demikian, ZYRX masih mampu mencatatkan peningkatan laba bruto 21,33% secara tahunan menjadi Rp21,2 miliar dari periode sebelumnya Rp17,4 miliar. Laba periode berjalan ZYRX juga tercatat naik 134,4% dari Rp3,4 miliar di semester I/2021 menjadi Rp8,1 miliar di semester I/2022.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)