Sahono, pemilik Jegg Boy & Girl, mengatakan konsep dari usaha yang dijalankannya adalah “dibelanjain”, yaitu layanan jasa belanja di pasar tradisional yang bertujuan mengangkat pasar tradisional agar bisa bertahan dan tidak tergerus pasar modern.
Sebelumnya telah dilakukan pendekatan kepada para pedagang di pasar tradisional untuk dapat bermitra dengan kami dalam rangka memenuhi permintaan kebutuhan pangan konsumen, pendekatan yang dilakukan terkait ketersediaan barang yang berkualitas dan kesepakatan harga.
“Kami bermitra dengan para pedagang di dua pasar besar, kami sudah melakukan pendekatan dengan para mitra, bahkan kami sudah menyiapkan tas belanja ramah lingkungan, jadi ga pake kantong plastik,” ucap Sahono.
Kolaborasi yang dilakukan dengan para pedagang di pasar tradisional merupakan kerjasama yang saling menguntungkan, kami menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing dimana para pedagang menyediakan produk yang segar, bersih dan berkualitas, sementara kami memberikan pelayanan yang baik agar loyalitas konsumen tetap terjaga.
“Hingga saat ini sudah ada 230 driver aktif yang siap melayani konsumen untuk berbelanja, di mana 40 persennya adalah perempuan dan berusia di bawah 35 tahun,” ujarnya.