Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Ingrid Siburian mengatakan, penyesuaian harga BBM oleh Pertamina, cukup berpengaruh terhadap peningkatan penjualan BBM milik Shell.
"Ada tren positif dari penyesuaian harga itu [BBM Pertamina], karena dilihat dari meningkatnya volume kendaraan yang datang ke SPBU kami. Tapi ini kan masih baru, September lalu. Jadi kalau ditanya dampaknya secara menyeluruh kita perlu monitor dulu tapi kita lihat ada tren positif,” kata Ingrid.
Sementara itu, perusahaan patungan bp dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Aneka Petroindo Raya (bp-AKR) menilai positif potensi pasar bahan bakar minyak (BBM) berkualitas di Indonesia seiring persaingan harga yang makin kompetitif antar sejumlah badan usaha swasta dengan PT Pertamina (Persero) saat ini.
Marketing Director & Global Brand Lead bp Vanda Laura mengatakan bp-AKR bakal terus mengembangkan jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) secara bertahap seiring dengan prospek pasar yang masih positif mendatang.
"Kami melihat potensi pasar BBM berkualitas di Indonesia terus tumbuh, untuk itu bp-AKR terus mengembangkan jaringan SPBU nya secara bertahap,” kata Vanda dalam keterangannya.
Sejak beroperasi perdana pada 2018 lalu, Vanda mengatakan, bp-AKR telah mengembangkan sebanyak 32 SPBU yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur hingga saat ini.
“Kami akan terus berekspansi mengembangkan jaringan SPBU bp-AKR, hal ini sebagai wujud komitmen bp-AKR dalam penyediaan dan mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan bakar dan layanan berkualitas,” kata dia
(Taufik Fajar)