Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5%, Global Hanya 2,7%

Antara, Jurnalis
Selasa 25 Oktober 2022 15:38 WIB
Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan  soal prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dia mengatakan neraca perdagangan Indonesia diperkirakan mengalami surplus USD60 miliar tahun ini.

"Angka itu lebih besar dari surplus neraca perdagangan selama ledakan harga komoditas terakhir pada 2010 dan 2011 yang sekitar USD22 miliar dan USD26 miliar," ujar Menko Airlangga dalam acara Indonesia's Economic Priorities yang dipantau secara daring di Jakarta, dikutip Antara pada Selasa (25/10/2022).

Adapun selama Januari hingga September 2022 neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus sebesar USD39,87 miliar.

 BACA JUGA: Airlangga Akui Sudah Setor Nama Capres ke Jokowi

Menurut Airlangga, kinerja sektor eksternal yang kuat tersebut pun berhasil menopang konsumsi dan investasi secara konsisten.

Dengan demikian pemerintah memproyeksikan ekonomi akan tumbuh sekitar 5,2% secara tahunan pada akhir tahun ini.

Hingga triwulan II-2022 ekonomi Indonesia berjalan dengan sangat baik dan berhasil berbalik arah dari pandemi Covid-19 sehingga mampu tumbuh 5,44% secara tahunan.

Selain itu, dia menuturkan berbagai lembaga internasional pun memiliki perkiraan yang kurang lebih sama sama, salah satunya Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang tetap optimistis Indonesia akan tumbuh 5,3% tahun ini, meski ekonomi global hanya tumbuh 3,2%.

"Kemudian untuk tahun 2023 IMF memproyeksikan Indonesia mampu tumbuh di kisaran 5% dibandingkan dengan global yang hanya mampu tumbuh 2,7%," ucap Airlangga Hartarto.

Kendati demikian, dia mengingatkan saat ini dunia sedang dihantui oleh pembentukan awan gelap yang sedang mengumpulkan kecepatan untuk kemungkinan terjadinya badai yang sempurna alias perfect storms.

Awan tersebut berasal dari lima faktor yakni Covid-19, konflik di Ukraina, harga komoditas, biaya hidup, dan perubahan iklim.

Meski begitu diaa meyakini seluruh dunia, termasuk Indonesia, bisa menghadapi badai tersebut dengan keyakinan yang lebih kuat pada strategi kebijakan tentang prioritas untuk mengatasi tantangan ke depan.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya