JAKARTA - Harga gas di Eropa turun di bawah USD100 per megawatt jam (Mwh) untuk pertama kalinya sejak Rusia menginvasi Ukraina seiring melonjaknya pasokan gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat (AS).
Harga gas di Benua Biru sempat mencapai rekor tertingginya di atas USD332,6 per Mwh pada akhir Agustus atau lebih dari 10 kali lipat harga terendah pra-invasi Rusia ke Ukraina yang hanya sekitar 30 poundsterling atau USD29 per Mwh.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap evaluasi harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk pasokan industri sebesar USD6 per juta British thermal unit (mmbtu) dapat segera rampung.
BACA JUGA:Subholding Gas Pertamina Salurkan Gas Bumi ke Blok Rokan
Hal tersebut menyusul adanya usulan tambahan industri penerima harga gas murah tersebut.
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Mustafid Gunawan mengatakan bahwa untuk menyetujui tambahan industri penerima harga gas USD 6 per mmbtu, pihaknya paling tidak harus melakukan evaluasi terhadap industri penerima HGBT sebelumnya.
"Kemarin kami undang, kami minta dan kebetulan sudah sampaikan laporan sekitar 50% yang menerima HGBT, kami beri waktu 2 minggu untuk semuanya bisa menyampaikan, Kalau itu cepat, evaluasi cepat, dan kelanjutan untuk kebijakan ini bisa diambil," kata Mustafid dalam forum diskusi kebijakan implementasi harga gas bumi tertentu (HGBT) di Jakarta, Rabu (26/10/2022).
Mustafid menuturkan bahwa pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 134.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Pedoman Penetapan serta Evaluasi Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri dan di Bidang Penyediaan Tenaga Listrik Bagi Kepentingan Umum.