Dia mengatakan, tone yang lebih baik adalah yang memang menyatakan kondisi sesungguhnya. Dia merasa bahwa tone optimis kurang pas dalam merespon kondisi tersebut, karena kenyataannya ekonomi akan melambat, tapi tone suram pun tidak karena performa ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain.
"Sehingga memang yang lebih tepat adalah menjaga agar kewaspadaan ekonomi tetap ada sehingga nanti policy yang ditimbulkan dan sentimen masyarakat juga sesuai dengan kondisi yang ada," pungkasnya.
(Taufik Fajar)