Selain itu, nilai aset industri asuransi terhadap PDB sebesar 5,8%, terendah dibandingkan Filipina sebesar 8,5%, Malaysia sebesar 20,3%, Thailand sebesar 23,2%, dan Singapura sebesar 47,5%.
Sedangkan, aset dana pensiun Indonesia terhadap PDB sebesar 6,9%. Masih lebih tinggi dibandingkan Filipina yang sebesar 3,5%, namun lebih rendah dibandingkan Malaysia sebesar 59,9% dan Singapura sebesar 32,2%.
Bendahara negara tersebut juga melihat bahwa, biaya overhead perbankan dalam negeri masih lebih tinggi dibandingkan negara Asean.
Hal itu terlihat dari net interest margin yang berimbas pada tingginya suku bunga pinjaman.
"Rata-rata pertumbuhan simpanan periode 2015-2021 mencapai 8,9%, dengan kelompok simpanan di atas Rp2 miliar mengalami pertumbuhan paling tinggi," tuturnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)