Bikin Gigit Jari! Sri Mulyani Ungkap Risiko Terbesar Indonesia di Tengah Krisis Global

Michelle Natalia, Jurnalis
Jum'at 11 November 2022 09:38 WIB
Sri Mulyani. (Foto: Okezone)
Share :

BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan risiko terbesar yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

Pihaknya telah sadar secara penuh akan situasi ekonomi global pasca pandemi, meskipun saat ini belum bisa dikatakan sebagai pasca pandemi secara sepenuhnya.

Situasi saat ini, sebut Sri, sudah menjadi sebuah situasi yang sangat kompleks untuk direspon.

"Pertama, pandemi Covid-19 ini membuat kita butuh untuk mengambil langkah extraordinary policy, kebijakan fiskal, moneter, dan lainnya yang luar biasa. Ini terjadi di seluruh dunia, dan tentunya semua ada konsekuensinya," ujar Sri dalam Bloomberg CEO Forum - G20 Side Event di Bali, Jumat(11/11/2022).

 BACA JUGA:Sri Mulyani Usul Pendirian Bank Emas di RUU PPSK

Dia mengatakan juga ada disrupsi suplai, juga mobilitas orang-orang yang terhambat.

Disrupsi ini pun semakin kompleks dengan pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina.

Ini kemudian memicu lonjakan inflasi yang tinggi, terutama di sektor pangan, pupuk, harga energi, dan hal itu kemudian butuh direspon oleh kebijakan moneter.

"Jadi setelah kebijakan-kebijakan luar biasa akibat pandemi tadi, kita dihadapkan lagi dengan kompleksitas itu. Ini mendorong banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, menghadapi situasi dimana ruang kebijakan menjadi semakin sempit atau ketat, baik fiskal dan moneter, karena apa yang sudah dilakukan untuk merespon pandemi dengan upaya yang luar biasa, dan sekarang dihadapkan dengan situasi yang lebih kompleks dengan inflasi tinggi, diikuti dengan naiknya suku bunga khususnya dari negara-negara maju," ungkapnya.

Situasi ini kemudian berimbas juga pada menguatnya mata uang dolar AS (USD).

Kompleksitas ini kemudian juga mengingatkan pada situasi di tahun 2008-2009 di mana indeks volatilitas meningkat, nilai tukar melemah, suku bunga dan inflasi naik, dan hal-hal tersebut menimbulkan dampak potensial terhadap stabilitas keuangan.

"Ini yang terbesar sekarang dalam posisi kami, dalam bagaimana kami, Indonesia, menghadapi kompleksitas ini tetapi di saat yang sama harus menavigasi dan terus mendorong pemulihan. Indonesia," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya