Selanjutnya adalah peranan keluarga di Indonesia. Dirinya menuturkan bahwa penerima uang atau keluarga di Indonesia juga harus bisa mengatur dan menggunakan uang.
Adapun menurutnya ideal bekerja menjadi TKI yaitu selama 6 tahun. Jenjang waktu ini sudah cukup untuk mempunyai modal dari hasil jerih payah selama menjadi TKI.
Menjadi TKI tak perlu terlalu lama karena dengan meninggalkan keluarga terlalu lama akan menimbulkan risiko.
“Ini risiko yang justru bagi saya itu (meninggalkan keluarga terlalu lama) sangat berbahaya, terutama yang punya anak. Bagaimana pun juga yang namanya anak tentu butuh perhatian orang tua, butuh kasih sayang orang tua,” jelas Chandra.
“Jangan sampai akibat dari kita berpisah terlalu lama, akhirnya menyesatkan anak sendiri,” tambahnya.
Sepanjang 2 tahun pertama bekerja sebagai TKI, katanya, harus digunakan untuk mencari pengalaman, mencoba hal-hal baru yang positif, beradaptasi, serta mengembangkan potensi.
Kemudian, 4 tahun ke depan, TKI harus sudah menentukan tujuan hidup untuk ke depannya dengan dukungan dan masukan dari keluarga di Indonesia.
“Di sini (4 tahun ke depan) awal kalian harus mulai fokus dan serius, mulai menentukan arah tujuan hidup. Tahun ini juga, keluarga harus mendukung dan membantu memberi masukan,”
Berdasarkan pengalaman Chandra, kerap ditemukan TKI yang gaya hidupnya berubah karena terpengaruh lingkungan di negaranya bekerja. Hal ini dapat menyesatkan hidup TKI dan mengubah cita-cita serta tujuan awal.
“Jadi kalian harus menentukan target berapa lama harus bekerja di Hongkong. Target inilah yang paling penting dan menjadi tolok ukur untuk menabung dan mengatur keuangan,” tegasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)