JAKARTA - Sebagian besar aktivitas di Inggris terhenti pada Selasa 13 Desember 2022. Hal ini akibat gangguan perjalanan yang disebabkan kombinasi cuaca dingin dan pemogokan kereta.
Di sisi lain, para perawat juga berencana melakukan aksi mogok serupa dua kali bulan dalam sengketa terkait gaji. Kemudian para pekerja kereta yang menjadi anggota serikat pekerja RMT juga melakukan aksi mogok yang pertama dari empat aksi mogok 48 jam yang akan berlangsung pada Desember dan Januari.
Para anggota serikat pekerja menolak kesepakatan gaji dari perusahaan kereta sehingga memupus harapan bahwa pemogokan itu akan dibatalkan.
Baca Juga: Ribuan Buruh Bakal Mogok Kerja Nasional jika Upah 2023 Tak Naik
Pemogokan bersamaan waktunya dengan penundaan dan pembatalan transportasi karena cuaca es dan salju. Dinas cuaca nasional Inggris, Met Office, mengeluarkan peringatan cuaca buruk untuk sebagian besar wilayah.
Jalan-jalan di bagian timur dan tenggara Inggris termasuk yang paling banyak terdampak. Beberapa pelancong terjebak selama berjam-jam karena penutupan jalan raya tersibuk di Inggris, M25, yang mengelilingi London.
“Kami ingin pulang, kami tidak tahu bagaimana kalau kereta tidak beroperasi," kata Seorang Penumpang, dilansir dari VOA Indonesia, Rabu (14/12/2022).
Baca Juga: Buruh Bakal Mogok Kerja Nasional jika Upah 2023 Tidak Naik 13%
Para pekerja kereta hanyalah satu di antara beberapa kelompok yang melakukan aksi mogok bulan ini, bersama-sama dengan perawat, staf perbatasan di bandara, paramedis dan pegawai pos.
Keresahan di kalangan tenaga kerja telah meluas di tempat kerja di sektor publik maupun swasta sementara para karyawan menginginkan kenaikan gaji untuk mengimbangi inflasi yang telah mencapai 11,1% akibat membubungnya harga energi dan bahan makanan.
Para perawat dijadwalkan mogok pada hari Kamis dan sekali lagi pada 20 Desember, menambah tekanan terhadap layanan kesehatan masyarakat yang sudah tertekan akibat kekurangan staf.
Sementara itu, Kepala Royal College of Nurses (Serikat Perawat) mengatakan kepada Sky News bahwa pertemuan dengan pemerintah pada hari Senin mengecewakan dan tidak membuat kemajuan untuk mencegah rencana pemogokan.
“Saya masuk ke ruang pertemuan dengan membawa harapan dan keluar tanpa (kesepakatan) satu sen pun,” kata Pat Cullen.
Anggota kabinet Oliver Dowden, yang memimpin rapat komite tanggap darurat pemerintah pada hari Senin, mengatakan, pemerintah telah berkonsultasi mengenai kenaikan gaji di sektor publik dengan sebuah badan pengevaluasi gaji independen, dan mendesak serikat-serikat pekerja agar membatalkan pemogokan.
(Feby Novalius)