JAKARTA - Koperasi Indonesia bisa bangkit kembali dan menjadi tulang punggung ekonomi. Asalkan, koperasi dikelola dengan tepat.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti banyaknya tata kelola koperasi yang tidak sesuai dengan semangat koperasi, karena dalam prakteknya banyak yang disalahgunakan dengan berkedok investasi, pengumpulan dana dan sebagainya.
Masalah lain adanya gugatan pailit yang terjadi sehingga kondisi koperasi seperti terpinggirkan. Dua hal ini yang harus dicari solusinya. Bamsoet optimis jika koperasi dikelola dengan benar dan pemerintah memberikan dukungan, koperasi di Indonesia bisa bangkit kembali dan menjadi tulang punggung perekonomian.
"Dari data diketahui 100 koperasi terbaik di dunia ada di Amerika Serikat, yang merupakan pusat kapitalismedunia,” jelas Bambang Soesatyo dikutip Sabtu (17/12/2022).
Di tengah permasalahan yang terjadi dengan koperasi, Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UMKM Ahmad Zabadi, mengatakan koperasi di Indonesia terus berkembang. Jumlah total koperasi saat ini 127.846 unit dengan jumlah anggota mencapai 27.100.372 orang.
Zabadi tidak menampik jika muncul berbagai permasalahan terkait Koperasi Simpan Pinjam yang digugat pailit oleh anggotanya serta praktek yang tidak benar.
“Kami saat ini sudah membentuk satgas untuk membantu dan menangani koperasi yang bermasalah,” ujarnya.