"Hal tersebut terlihat dari neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur yang masih berada di zona ekspansi, dan indikator konsumsi masyarakat yang tetap tumbuh positif," tuturnya.
Lebih lanjut, sambung dia, Bank Indonesia (BI) kembali meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar.
Namun demikian, kinerja intermediasi sektor keuangan belum terlalu terdampak atas kenaikan suku bunga.
(Taufik Fajar)