6 Fakta Tidak Ada Beras Impor di Maret 2023

Noviana Zahra Firdausi, Jurnalis
Sabtu 21 Januari 2023 06:27 WIB
Impor Beras (Foto: Okezone)
Share :

2. Suplai Beras Dari Luar Negeri Akan Terus Dilakukan

Langkah suplai beras dari luar negeri akan tetap dilakukan. Pernyataan Buwas disampaikan langsung di hadapan Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, ID FOOD, dan PT Pupuk Indonesia (Persero) saat rapat kerja (raker).

"Karena itu kita sudah mulai mendatangkan impor, kami tetap berusaha terakhir itu kedatangannya pertengahan Februari (2023) sehingga bulan Maret itu sudah tidak ada lagi barang impor yang masuk ke Indonesia," ungkap Buwas.

3. Skema Awal Impor Beras untuk Cadangan

Skema awal impor beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) dibagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Bulog harus mendatangkan 200.000 ton beras sepanjang Desember 2022. Lalu, tahap kedua BUMN pangan itu menargetkan ada 300.000 ton beras yang tiba di Indonesia pada Januari-Februari 2023.

Hanya saja, impor beras tahap satu yang semula ditargetkan 200.000 ton baru terealisasi sekitar 120.000 ton per Januari. Lambatnya realisasi impor beras dikarenakan faktor cuaca dan faktor akhir tahun.

4. Bulog Akan Menyerap Beras Petani Dalam Negeri

Bulog akan menyerap beras dari petani dalam negeri.

"Ya salahin sendiri dong. Kita beli petani lah, kali udah panen. Beli ke petani yang banyak baru setelah itu kita operasi pasar," ucapnya.

5. Wajib Membeli Hasil Petani

Melainkan wajib membeli hasil petani dengan harga yang terbaik.

Sebab, diketahui sebelumnya pemerintah melakukan kebijikan impor beras guna mencukupi stok di dalam negeri.

"Jadi Maret nanti Bulog tugasnya berapapun beli dari masyarakat dengan harga terbaik bukan harga paling tinggi atau murah itu, tapi harga yang paling bagus," ujarnya kepada awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

6. Tidak Ada Pihak yang Dirugikan

Tidak ada pihak yang dirugikan. Masyarakat miskin bisa mendapat beras subsidi sementara petani mendapat harga yang mahal.

"Jadi dua duanya Win atau untung. Kalau dulu yang miskin dapat beras murah tapi yang berkorban petani, ini tidak terjadi lagi," katanya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya