IPO, Emiten Makanan Bayi (NAYZ) Pasang Harga Rp100/Saham

Fayha Afanin Ramadhanti, Jurnalis
Rabu 01 Februari 2023 12:16 WIB
NAYZ melakukan IPO (Foto: Shutterstock)
Share :

Pemegang saham NAYZ sebelum IPO adalah PT Hassana Investa Utama 50,98%; PT Asiavesta Investama Jaya 24,51%; Achmad Machlus Sadat 19,61%; dan PT Nusa Perkasa International 4,90%. Perseroan telah menetapkan pemilik manfaat dari perseroan, yakni Lutfiel Hakim. Ia juga merupakan pengendali dan pemegang saham utama (secara tidak langsung) dari perseroan melalui pengendalian di PT Hassana Investa Utama. Lutfiel Hakim sekaligus direktur utama perseroan.

Aktivitas bisnis perseroan adalah bidang industri makanan bayi. Pada saat ini perseroan menjalankan satu pabrik makanan bayi yang berlokasi di Tangerang. Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan perseroan dengan urutan prioritas sebagai berikut:

Pertama, sebesar Rp4,21 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik. Transaksi pelunasan pembelian tanah direncanakan akan dilakukan pada kuartal I- 2023. Kedua, sekitar Rp30 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin dan peralatan pabrik yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seluruh transaksi akan dilakukan dengan pihak ketiga.

Transaksi pembangunan pabrik direncanakan akan dilakukan pada kuartal I-2023, sedangkan untuk pembelian mesin dan peralatan pabrik akan dilakukan pada kuartal IV-2023; dan Ketiga, sisanya akan digunakan perseroan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, marketing dan promosi, dan biaya operasional perusahaan. Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I seluruhnya akan digunakan untuk biaya operasional, pembelian bahan baku, biaya distribusi, marketing dan promosi.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya