Keberhasilan ketiga, faktor recovery rate. Menurut Sunarso, BRI mengupayakan recovery sebagai bagian upaya meningkatkan pendapatan. Recovery rate ini mencapai 59,12% pada 2022.
Selain itu, lanjut Sunarso, BRI mempunyai data bahwa pendapatan bunga bukan faktor penentu kinerja.
Berdasarkan data historis BRI, tidak ditemukan korelasi positif antara besarnya NIM (marjin bunga bersih/net interest margin) dengan laba BRI.
"Namun, faktor utama laba BRI adalah pertumbuhan volume kredit dan peningkatan jumlah nasabah yang dilayani," kata Sunarso.
Hal tersebut dibuktikan dengan capaian NIM BRI yang malah menurun. Pada 2022 BRI mencatatkan penurunan NIM 9 bps menjadi 6,8%.
(Dani Jumadil Akhir)