JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan diproyeksi melemah. Analis sekaligus CEO Kela Trading System Hary Suwanda mengatakan, secara teknikal IHSG nampak belum berhasil menembus Resistance 6.961.74.
"Sehingga selama itu belum berhasil ditembus maka IHSG cenderung terkoreksi kembali, support di angka 6.803," kata Hary kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (18/2/2023).
Lebih lanjut, Hary menerangkan, sentimen angka producers price index (PPI) yang diterbitkan BLS pada 0,7% lebih tinggi dari konsensus 0,4%, mengkonfirmasi pendapat sejumlah pejabat The Fed yang melihat bahwa inflasi di Amerika masih membandel.
Kendati demikian, dia melihat memang nampak adanya menurunan bilamana dibandingkan titik tertingginya di tahun 2022.