Kantongi Laba Rp1,38 Triliun, Matahari Department Store (LPPF) Bakal Bagi Dividen

Mutiara Oktaviana, Jurnalis
Senin 27 Februari 2023 12:15 WIB
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengantongi pertumbuhan laba 45,83% menjadi Rp1,38 triliun pada semester II-2022.

Dikutip Harian Neraca, sehingga perseroan akan memaksimalkan nilai pemegang saham dengan adanya penebaran dividen sebesar Rp525 per saham untuk tahun buku 2022.

“Dividen sendiri baru akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham yang direncanakan akhir Maret 2023 mendatang,” kata CEO Matahari, Terry O’Connor dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu, 27 Februari 2023.

 BACA JUGA:Harga Saham Lini Imaji Kreasi (FUTR) Anjlok 7% di Debut Perdana

LPPF juga berencana memperpanjang program pembelian kembali saham atau buy back yang berjalan hingga Desember 2023. Adapun LPPF telah menggunakan dana sebesar Rp1,1 triliun untuk melakukan buyback 252,8 juta saham pada 2022.

“Batas bawah profitabilitas pra-pandemi telah tercapai dan kami telah bergerak ke fase pertumbuhan baru ke depannya. Dengan menjalankan strategi kami secara ketat, kami mengharapkan kinerja EBITDA sebesar Rp2,3 triliun atau lebih baik pada 2023,” jelasnya.

Diketahui, sepanjang tahun 2022 kemarin, perseroan telah membuka 10 gerai baru dan telah menentukan 7 lokasi baru untuk pembukaan gerai sebelum lebaran 2023. Pembukaan gerai tersebut akan dilakukan antara Maret hingga awal April 2023.

 

Dua gerai yang telah dibuka tersebut terletak di REVO Town Mall Bekasi dan Pollux Mall Chadstone, Cikarang, Jawa Barat.

Kemudian lima gerai berikutnya akan dibuka di The Park Semarang, Uptown Mall Semarang, Sleman Mall Jogjakarta, Discovery Mall Kuta dan Plaza Balikpapan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, LPPF membukukan pendapatan bersih sebesar Rp6,45 triliun. Angka ini naik 15,54% dari Rp3,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan LPPF terdiri dari penjualan eceran, penjualan konsinyasi, dan pendapatan jasa. Secara rinci, penjualan eceran meningkat 8,83% menjadi Rp3,7 triliun, penjualan konsinyasi naik 26% menjadi Rp2,73 triliun, dan pendapatan jasa naik 30,77% menjadi Rp14,8 miliar.

LPPF mencatatkan peningkatan beban pokok pendapatan dari Rp2 triliun menjadi Rp2,05 triliun. Adapun laba kotor meningkat 22,95% menjadi Rp4,4 triliun. Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan. LPPF mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,38 triliun pada semester II/2022. Angka ini naik 45,83% dari Rp912,85 miliar.

Jumlah aset LPPF menurun 1,72% dari Rp5,85 triliun di akhir tahun 2021 menjadi Rp5,75 triliun pada 31 Desember 2022.

Sebagai informasi, jumlah liabilitas naik 6,7% dari Rp4,84 triliun pada 31 Desember 2021 menjadi Rp5,17 triliun pada 31 Desember 2022. Kemudian untuk kas dan setara kas akhir dan bank pada akhir tahun menurun 46% dari Rp661,39 miliar menjadi Rp354,28 miliar.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya