Untuk dividen tahun ini, Erick optimis BUMN bisa bisa berkontribusi di kisaran lebih dari Rp60 triliun. Jumlah itu lebih tinggi dari target pemerintah Rp49,1 triliun
Sebagai agen pembangunan, lanjut Erick, BUMN tidak saja harus mendapatkan tambahan modal dari APBN atau subsidi dalam bentuk public service obligation (PSO).
Namun, BUMN harus mampu menjadi lembaga bisnis yang bisa merangkul, serta memajukan sektor swasta dan UMKM.
Dia mengaku, selama 3 tahun terakhir dirinya berupaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan transformasi BUMN secara menyeluruh.
"Harus disadari agar kita bisa mampu memainkan peran penting. BUMN harus menjadi organisasi yang sehat, tidak saja secara finansial, tetapi juga secara fundamental itu sendiri," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)