JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) membatalkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 1,83 miliar.
Hal tersebut karena pertimbangan perkembangan rasio permodalan terkini, sehingga meyakini kondisi permodalan sekarang masih dapat menunjang ekspansi kredit ke depan.
"Dengan ini kami sampaikan bahwa perseroan membatalkan rencana agenda right issue," kata Direktur Utama BJBR Yuddy Renaldi di Bandung, Selasa (14/3/2023).
Adapun rencana aksi korporasi ini sebelumnya diusulkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 4 April mendatang. Berdasarkan prospektus awal, BJBR berencana menerbitkan 1.836.414.082 saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp250 per saham.
Jumlah itu setara 17,45% dari total saham ditempatkan dan disetor perseroan, yang seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan.