JAKARTA - Indeks dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar AS menguat karena meredanya inflasi.
Melansir Antara, Sabtu (1/4/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,35% menjadi 102,5107.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0853 dari USD1,0904 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2336 dari USD1,2388 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 132,71 yen Jepang, lebih tinggi dari 132,44 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9143 franc Swiss dari 0,9138 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3530 dolar Kanada dari 1,3519 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,3730 krona Swedia dari 10,3649 krona Swedia.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS naik 0,3% pada Februari, sejalan dengan konsensus, untuk kenaikan 5% tahun-ke-tahun, Departemen Perdagangan melaporkan Jumat (31/3/2023).
Sementara itu, Inflasi PCE inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,3%, sedikit di bawah konsensus 0,4%, untuk kenaikan 4,6% tahun ke tahun.
"Secara keseluruhan, laporan ini adalah kabar baik setelah percepatan kembali yang mengkhawatirkan pada Januari, tetapi fokus pasar akan beralih ke laporan ketenagakerjaan Maret minggu depan dan dua laporan inflasi yang mendahului pertemuan Fed pada Mei," kata Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial dalam sebuah catatan pada Jumat (31/3/2023).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)