Dengan begitu, kebangkrutan ke-3 bank di Amerika tersebut pengaruhnya sangat kecil dan relatif tidak ada bagi perekonomian di Amerika karena dari data tahun 2022 jumlah keseluruhan bank di Amerika ada sebanyak 4.844 bank yang sebagian besar justru mengalami peningkatan pendapatan di tahun 2022 dibanding tahun 2019 sebelum covid.
“Kekhawatiran pejabat dan tokoh publik tidak perlu diekspos besar-besaran ke masyarakat karena ini tentu akan berdampak terhadap stagnasi dan perlambatan ekonomi akibat pelaku usaha enggan berinvestasi dan bahkan masyarakat enggan berbelanja,” imbuhnya.
Dia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Jepang dalam memulihkan kondisi ekonomi mengeluarkan kebijakan mendorong masyarakatnya untuk berbelanja dan berwisata dengan memberikan insentif yang disebut Community Development Certificate untuk masyarakatnya yang mau travelling dan berbelanja guna menumbuhkan ekonomi pasca covid, sehingga ekonomi di Jepang saat ini lebih membaik dibanding tahun 2019 sebelum covid.
“Dan ini sebetulnya seiring dengan apa yang pernah Presiden Jokowi sampaikan agar masyarakat beramai-ramai berbelanja, nonton konser dan berwisata guna menumbuhkan ekonomi pasca covid.” ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)