JAKARTA - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kondisi Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) Seksi 5. Di mana saat ini sedang ditangani masalah teknis tanah bergerak.
"Kita lagi menangani tiga titik di Seksi 5," ujar Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian, dikutip dari Antara, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/4/2023).
Hedy menambahkan penanganan tersebut diusahakan secepat mungkin.
"Kita usahakan, ada masalah teknis di sana terkait dengan masalah tanah bergerak," katanya.
Saat ini, Direktorat Jenderal Bina Marga sedang melakukan evaluasi dan melakukan tindakan terhadap masalah teknis tersebut.
"Kita lagi usahakan, masalah tanah bergerak kita lagi monitor. Tergantung masalahnya, kita sedang melakukan monitoring pergerakannya. kita harus memastikan bahwa jalan tersebut dalam kondisi aman," kata Hedy.
"Kita akan sampaikan kalau itu sudah confirm bahwa itu cukup memadai," tambah Hedy.
Sebelumnya, Kementerian PUPR membangun Tol Cisumdawu yang terdiri dari enam seksi. Proyek itu dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun.
Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km telah beroperasi sejak Januari 2022. Kemudian pembangunan fisik Seksi 2 Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km sudah mencapai 94,7%.
Selanjutnya Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 km konstruksinya telah rampung 100%. Sedangkan untuk pembangunan Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,20 km masing-masing Seksi 4A telah mencapai 87,93% dan Seksi 4B mencapai 58 persen.
Kemudian Seksi 5 Legok-Ujungjaya sepanjang 14,9 km, konstruksinya sudah rampung 60,9 persen di seksi 5A dan sebesar 63% di 5B. Terakhir, Seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan, untuk 6A telah rampung sebesar 98,2% dan untuk 6B sudah rampung 100%.
(Feby Novalius)