JAKARTA - Harga emas turun di akhir perdagangan Kamis, atau menjadi penurunan dalam dua hari berturut-turut. Hal tersebut disebabkan investor mengambil untung setelah mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir.
Meski demikian, harga emas sudah membukukan kenaikan mingguan keenam beruntun untuk pekan yang berakhir lebih cepat karena ada libur Paskah.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange turun USD9,20 atau 0,45% menjadi USD2.026,40 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di USD2.037,70 dan terendah di USD2.016,50.
"Kemunduran emas pada Kamis kemungkinan terkait dengan aksi ambil untung atau keengganan untuk mengambil posisi baru menjelang akhir pekan yang panjang," kata Kepala Strategi Pasar SIA Wealth Management, Colin Cieszynski, dikutip dari Antara, Jumat (7/4/2023).
Keengganan juga datang dengan risiko peristiwa terkait laporan penggajian non-pertanian (NFP) AS yang akan dirilis pada Jumat.
"Pada titik ini, sulit untuk mengatakan apakah katalis baru diperlukan atau apakah tren baru-baru ini dapat berlanjut seiring dengan perdagangan normal pada hari Senin atau Selasa," kata Cieszynski.