Bisakah Pembangkit Listrik Panas Bumi Beroperasi 2030? Berikut Tantangannya

Hana Wahyuti, Jurnalis
Selasa 11 April 2023 14:32 WIB
Bisakah Pembangkit Listrik Panas Bumi Beroperasi 2030? (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Indonesia mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP). Pembangkit listrik dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) ini diharapkan bisa beroperasi pada 2030.

Namun, Peneliti Indef Mirah Midadan menilai banyak tantangan dalam pengembangan PLTP dibandingkan dengan pembangkit EBT lainnya. Misalnya, tingkat risiko yang lebih tinggi pada proses eksplorasi serta biaya investasi yang sangat besar.

“Biaya konstruksinya tidak murah. Dan hal-hal seperti ini melekat pada pembangunan proyek PLTP,” ujarnya, Selasa (11/4/2023).

Berdasarkan skenario optimasi geothermal dan EBT merujuk Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2015-2050, diproyeksikan total kapasitas pembangkit listrik pada 2030 dari sektor EBT paling besar berasal dari PLTA dan PLTS, masing-masing sebesar 25 GW dan 14 GW.

“Untuk PLTP sendiri hanya menyumbangkan sekitar 9,3 GW,” ujarnya.

Adapun untuk pembangkit listrik fosil masih menyumbangkan 63% dari total bauran energi pada 2030 dengan porsi 46,4 GW berasal dari batu bara, 38,4 GW dari minyak bumi dan 35 GW dari gas bumi. Sedangkan target kapasitas terpasang untuk seluruh jenis pembangkit listrik pada 2030 mencapai 190,3 GW.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya