JAKARTA - PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) terus menunjukkan kinerja yang solid dan berhasil mencapai jumlah pembiayaan sebesar Rp5,1 triliun sepanjang tahun 2022 yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Pendapatan MFIN juga tercatat sebesar Rp2,2 triliun atau meningkat 24,54%. Sehingga Mandala Finance membukukan laba bersih yang tumbuh 35,71% atau mencapai Rp658,51 miliar.
Managing Director Mandala Finance, Christel Lasmana menuturkan, pihaknya merasa sangat bersyukur dapat berkontribusi dalam pemulihan kondisi ekonomi Indonesia di tengah pandemi global.
"Tahun 2022 menjadi tahun yang penuh tantangan, namun kami berhasil tumbuh dan beradaptasi dengan cepat untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat. Bagi kami, pencapaian ini menunjukkan kepercayaan konsumen dan investor terhadap Mandala," kata Christel dalam Kinerja Bisnis Tahun 2022 Mandala Finance, Rabu (19/4/2023).
Corporate Secretary Mandala Finance Mahrus melanjutkan, perusahaan juga membukukan peningkatan jumlah aset sebesar 22,88% (yoy) menjadi Rp6,57 triliun. Ada dua lini yang memengaruhi peningkatan aset ini. Pertama, pos kas dan setara kas meningkat 140,98% (yoy) menjadi Rp1,51 triliun.
Kedua, peningkatan pada piutang pembiayaan konsumen yakni sebesar 6,82% (yoy) menjadi Rp4,74 triliun. Peningkatan skala bisnis dan optimalisasi dari aspek operasional tersebut juga yang mendorong pencapaian laba bersih perusahaan.
"Kenaikan aset produktif berupa piutang pembiayaan konsumen berdampak positif pada kinerja perseroan. Hal ini terlihat dari laba bersih periode 31 Desember 2022 sebesar Rp658,51 miliar atau meningkat 2,124% dibandingkan periode 31 Desember 2021," ujar Mahrus.
Mahrus menjelaskan, Mandala Finance mengalami peningkatan liabilitas sebesar 29,05% (yoy). Liabilitas perusahaan naik dari Rp2,58 triliun pada 2021 menjadi Rp3,33 triliun pada 2022.
"Sebagian besar disebabkan kenaikan pada jumlah pinjaman 115,37% atau sebesar Rp1,00 triliun. Kenaikan pinjaman ini sejalan dengan meningkatnya jumlah piutang pembiayaan konsumen dan meningkatnya kas dan setara kas, sebagaimana disampaikan di atas," tandasnya.
Menurut Mahrus, dengan keuntungan yang diperoleh kali ini, Mandala Finance mencatat total ekuitas tumbuh sebesar Rp3,24 triliun atau naik 17,12% (yoy) pada tahun 2022.
"Kondisi ekuitas tersebut menggambarkan masih terbuka ruang untuk perusahaan ekspansi bisnis lebih lanjut di masa mendatang," katanya.
(Taufik Fajar)