“Kita mendaur ulang pakaian. Bisa donasi dan donasi itu bisa dibeli orang lagi dan digunakan lagi. Ngga dibuang jadi sebuah sampah di dunia ini. Juga mengalahkan fast fashion, yang memproduksi terus setiap tahunnya pakaian-pakaian baru dan orang hanya pakai sekali dan beli lagi beli lagi. Itu namanya fast fashion. Jadi mengurangi waste dengan melakukan thrifting,” kata Zaid.
Menurut survei yang dilakukan ThredUP dan GlobalData, 46% dari milenial dan Gen Z juga mempertimbangkan potensi nilai jual kembali suatu barang sebelum mereka membelinya.
(Feby Novalius)