JAKARTA - Perusahaan ban terbesar Arab Saudi, Kingdom Tyres baka membangun pabrik bersama perusahaan Indonesia. Keinginan tersebut ditindaklanjut Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag bersama beberapa perusahaan manufaktur ban terbesar di Indonesia yang sudah mengekspor produknya ke Arab Saudi.
“Kerjasama yang ditawarkan Kingdom Tyres kepada perusahaan di Indonesia yakni suplai bahan baku, tenaga profesional, dan tenaga teknis atau operator. Rencananya, Kingdom Tyres akan membangun pabrik ban di kota industri Yanbu, Arab Saudi,” ujar Atase Perdagangan (Atdag) Riyadh Gunawan, Jumat (19/5/2023).
Indonesia merupakan salah satu negara pemasok utama produk ban ke Arab Saudi. Berdasarkan perhitungan dengan metode Compound Annual Growth Rate (CAGR), pada 2022, kebutuhan ban di Arab Saudi sebanyak 35,70 juta unit; pada 2021 sebanyak 33,05 juta; pada 2020 sebanyak 30,6 juta; tahun 2019 sebanyak 28,48 juta; tahun 2018 sebanyak 26,4 juta; tahun 2017 sebesar 24,4 juta; serta tahun 2016 sebesar 22,6 juta.
“Ini artinya pertumbuhan permintaan produk ban mengalami peningkatan 8 persen per tahun. Sehingga diperkirakan pada 2032 nilai kebutuhan ban diperkirakan melonjak menjadi 72,32 juta unit/tahun,” tutur Gunawan.
CEO Kingdom Tyres Sulton Alkahtani menjelaskan, target pemasaran produk ban ini bertujuan memenuhi kebutuhan ban di wilayah Gulf Cooperation Council (GCC), Asia Selatan, Eropa, dan Afrika untuk supremasi pembuatan ban.
Didorong oleh "Visi 2030" Arab Saudi, Kingdom Tyres diharapkan akan menjadi pemimpin global di industri ban melalui inovasi, keberlanjutan, dan diversifikasi.
“Kami akan memprioritaskan perusahaan ban dari Indonesia sebagai mitra kerja sama. Selain itu, kami juga telah mempersiapkan diri dengan meluncurkan terobosan revolusi di industri ban Arab Saudi bersama dengan calon mitra dari Indonesia,” ungkap Sulton.
Untuk membangun industri manufaktur ban yang maju di Arab Saudi, lanjut Sulton, Kingdom Tyres telah bermitra dengan High Institute for Elastomer Industries (HIEI) yang merupakan afiliasi dari SABIC dan Exxon Mobil. HIEI berdedikasi dalam menyediakan tenaga profesional yang akan mengoperasikan teknologi manufaktur ban yang berkualitas tinggi, riset dan pengembangan, serta konsultasi dan layanan pengujian terbaru dalam hal teknologi.
(Feby Novalius)